TIDAK ADA BULAN SIAL DALAM ISLAM

0

Waktu atau masa tidak bisa dengan sendirinya memberikan keburukan ataupun kesialan kepada manusia.

Tapi Allah sematalah yang berhak menentukan taqdirNya, taqdir yang baik maupun yang buruk.

Orang-orang jahiliyah dahulu meyakini bahwa bulan safar adalah bulan sial.

Maka RasuluAllah menepis keyakinan tersebut.
Beliau bersabda,”
لا عَدْوَى ولا صَفَرَ
“Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya) dan juga tidak ada (keburukan) dibulan safar”.(HR. Muslim).

Dan itu juga berlaku bagi bulan-bulan selainya (termasuk bulan Muharam, tidak ada bulan sial dalam islam).
(Al-qaul al-mufiiq 3/81-85)

Bagi seorang muslim wajib berkeyakinan bahwa yang memberikan kebaikan dan yang menimpakan keburukan hanyalah Allah semata.

قُل لَّا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, kecuali atas kehendak Allah”. (QS. Yunus 49).

Dan semua musibah dan bencana telah tercatat dilauhul mahfudz sebelum Allah menciptakan alam jagad raya.

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ [الحديد : 22]

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(QS. Al-hadid 22).

Bagi seorang muslim tidak ada istilah bulan sial, karena kesialan Allahlah yang mentaqdirkanya, dan tidak ada kaitannya dengan waktu tertentu, termasuk bulah “MUHARRAM”.

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *