Sebuah riwayat menyebutkan,”

إنَّ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ خَرَجَ علَى حَلْقَةٍ مِن أَصْحَابِهِ، فَقالَ: ما أَجْلَسَكُمْ؟ قالوا: جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ وَنَحْمَدُهُ علَى ما هَدَانَا لِلإِسْلَامِ، وَمَنَّ به عَلَيْنَا، قالَ: آللَّهِ ما أَجْلَسَكُمْ إلَّا ذَاكَ؟ قالوا: وَاللَّهِ ما أَجْلَسَنَا إلَّا ذَاكَ، قالَ: أَما إنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ، وَلَكِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ فأخْبَرَنِي، أنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِي بكُمُ المَلَائِكَةَ.

“Sesungguhnya RasuluAllah pernah keluar menemui sekumpulan shahabat, lantas Beliau bertanya,” apa yang mendorong kalian duduk-duduk bersama?”. Mereka menjawab,” kami duduk-duduk untuk mengingat Allah, memujiNya, atas karunia hidayah islam kepada kami, dan kenikmatan (yang lainya) atas kami. Beliau bertanya lagi,” demi Allah tidak ada yang mendorong kalian untuk duduk-duduk kecuali hanya untuk hal tersebut?..mereka menjawab,”demi Allah tidak ada yang mendorong kami untuk melakukannya kecuali hal tersebut”.. Beliaupun bersabda,” sungguh aku tidak meminta kalian bersumpah, karena dugaan kepada kalian, akan tetapi telah datang Jibril kepadaku, bahwasanya Allah membanggakan kalian dihadapan para malaikat (Nya)”.(HR. Muslim).

Syekh bin baz menjelaskan,”dalam hadist tersebut di anjurkan untuk berkumpul dalam rangka bermudzkarah, menuntut ilmu, bertasbih, bertahmid, bertahlil, dimana setiap individu bertasbih dan bertahmid kepada Allah sesuai dengan kamempuan masing-masing.
Dan juga dalam mempelajari dan memahami ayat-ayat Allah dan hadist-hadist RasuluAllah, serta perkataan para ulama.

Demikian itulah yang dahulu dilakukan oleh para sahabat dan ulama salaf, mereka berkumpul dimasjid untuk memahami, bertafaqquh dalam agama, karena dalam pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an ada unsur mensucikan Allah, bertahlil dan juga bertahmid kepada Allah.

Sehingga orang yang duduk, yang mendengarkan bisa mendapatkan faedahnya, demikian pula yang menyampaikannya.

Sedangkan dzikir yang dilakukan oleh thoriqoh syufiah, dimana mereka berkumpul, kemudian berdzikir dengan dizkir tertentu, dilafadzkan bersama-sama, dengan cara-cara tertentu, maka itu tidak ada dasarnya (RasuluAllah dan para sahabatnya tidak pernah melakukan dzikir dengan cara seperti itu).
(Di nukilkan dari Binbaz.org.sa).

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *