Rukun puasa

  1. Niat.

Allah berfirman :

: (وَمَآ أُمِرُوَاْ إِلاّ لِيَعْبُدُواْ اللّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُواْ الصّلاَةَ وَيُؤْتُواْ الزّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ القَيّمَةِ) (البينة / 5)

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

إِنَّمَا الْأَعْمَال بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لكل امْرِئ مَا نَوَى

“sesungguhnya amal-amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan”.(muttafaq alaihi).

حفصة أن النبى صلى الله عليه وسلم قال: ” من لم يبيت الصيام من الليل فلا صيام له ” رواه أبو داود

Dari hafshah, sesungguhnya Rasulullah bersabda,”barang siapa yang tidak berniat dimalam hari, maka tidak puasa baginya”.(HR. Abu daud).

Kecuali untuk puasa sunah, maka boleh berniat disiang harinya.

 عن عائشة رضي الله عنها قالت:

كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا دخل عليَّ؛ قال: ” هل عندكم طعام؟ “. فإذا

قلنا: لا، قال. ” إني صائم “.

Dari Aisyah bahwa Rasulullah bila masuk menemui saya, beliau bertanya,”apakah kalian punya makan?..kami menjawab,” tidak”. beliau bersabda,”sesungguhnya aku puasa”.(HR. Abu daud dan dishohihkan Al-bany).

2. Menahan dari makan dan minum serta segala hal yang membatalkan puasa, dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Allah berfirman :

(وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتّىَ يَتَبَيّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمّ أَتِمّواْ الصّيَامَ إِلَى الّليْلِ) (البقرة / 187)

dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam,

Refrensi :

  1. Adh-dhiya llaami’ min shohih al-kutubussitah washohih al-jaami’

Muhammad nasyruddin muhammad uwaidhoh.

2. badaai’ ash-shonaai’ fi tatiib as-syarooi’

A’aaudin abu bakar bin masu’d al-kasaani.]

Cet. 2 daarul kutub al-ilmiyah.

1406 H/ 1986 M.

  • mausuuah al-fiqh al-islamy.

Muhammad bin ibroohim at-tuwaijy.

Cet.1 baitul afkaar ad-dauliyah.

1430 H/ 2009 M.

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *