╔═════ஜ۩۞۩ஜ═════╗

????-???? ???? ?????
???? ????? ???? ????????

╚═════ஜ۩۞۩ஜ═════╝

Adab-adab Wajib bagi Orang yang Berpuasa.

  1. meninggalkan semua pembatal-pembatal puasa.
  2. Melaksanakan shalat wajib berjamaah dimasjid, bagi kaum laki-laki.

Allah memerintahkan untuk shalat jamaah meskipun dalam keadaan perang, maka dalam keadaan tenang lebih wajib.

{وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَيْلَةً وَاحِدَةً وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ كَانَ بِكُمْ أَذًى مِنْ مَطَرٍ أَوْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَنْ تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا (102)} [النساء: 102]

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu. (QS. An-nisa 102).

Rasulullah tidak memberikan keringanan bagi orang yang buta untuk shalat dirumah, akan tetapi tetap harus shalat berjamaah dimasjid, selama masih mendengartkan adzan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ، فَسَأَلَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ، فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ، فَرَخَّصَ لَهُ، فَلَمَّا وَلَّى، دَعَاهُ، فَقَالَ: «هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ؟» قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: «فَأَجِبْ»

Dari abu hurairah berkata, datanglah seorang yang buta, ia berkata, ya Rasulullah aku tidak memiliki orang yang menuntunku ke masjid. Ia meminta keringanan untuk shalat dirumah, maka Rasulpun memberkan keringanan kepadanya, tapi pada saat ia berpaling pergi, Rasulullah lantas memanggilnya dan bertanya,” apakah kamu bisa mendengarkan adzan?”, iya…beliau bersabda,”maka penuhilah adzan tersebut”.(HR. Muslim).

3. meniggalkan segala larangan Allah dan RasulNya.

Diantaranya adalah perkataan dan perbuatan bohong.

{وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلَالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ (116)} [النحل: 116]

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.

Rasulullah bersabda,”

عَنْ أبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ وَالجَهْلَ، فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ أنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ». أخرجه البخاري

“barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya maka Allah tidak membutuhkan ia untuk meninggalkan makanan dan minumannya”.(HR. AL-bukhari).

4 . Menahana hawa nafsu untuk senantiasa bersabar, dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak ada manfaatnya.

عَنْ أبي هُرَيْرَةَ رَضيَ اللهُ عَنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم -:،

وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أحَدِكُمْ فَلا يَرْفُثْ وَلا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أحَدٌ أوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ،

. متفق عليه

Dari Abu hurairah, Rasulullah bersabda,” Allah berfirman, jika dihari puasa salah seorang dari kalian, maka janganlah ia berkata jorok, berteriak-teriak ( membuat kegaduhan). dan jika ada seseorang yang mencelanya, hendaklah ia berkata,”sesungguhnya aku sedang berpuasa”.(Muttafaq alaihi).

Diantaranya juga adalah meninggalkan ghibah, membicarakan aib saudaranya.

ALlah berfirman menjelaskan gambaran orang yang menghibah saudaranya seiman, ibarat memakan bangkainya.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ (12)} [الحجرات: 12]

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang

Rasulullah bersabda,”

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ؟» قَالُوا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ» قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ؟ قَالَ: «إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ، فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ»

Dari abu huroairah bahwa Rasulullah bersabda,” tahukah kalian apa itu ghibah?. mereka menjawab.”Allah dan RasulNya yang lebih mengetahuinya. Beliua bersabda,” engkau sebutkan sesuatu yang tidak ia sukai”. beliau ditanya, ya Rasulullah bagaimana kalau apa yang disebutkan tersebut memang ada pada dirinya?, beliau menjawab.”jika memang hal itu ada pada dirinya, maka engkau sungguh telah berbuat ghibah pada dirinya, dan jika tidak ada maka engkau telah menfitnahnya”. (HR. Muslim).

Diantara juga adalah meninggalkan namimah (mengadu domba).

Rasulullah bersabda,”

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَائِطٍ مِنْ حِيطَانِ المَدِينَةِ، أَوْ مَكَّةَ، فَسَمِعَ صَوْتَ إِنْسَانَيْنِ يُعَذَّبَانِ فِي قُبُورِهِمَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ» ثُمَّ قَالَ: «بَلَى، كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ، وَكَانَ الآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ»

Dari ibnu abbas, berkata, Rasulullah pernah melewati sebuah bangunan tembok dimadinah atau mekah, lantas beliau mendengar suara dua orang yang sedang di siksa didalam kuburanya, beliau bersabda,”keduanya sedang disiksa, dan buka karena sebab sesuta yang berat untuk ditinggalkan, salah satunya karena tidak bersuci disaat buat hajat dan yang lainnya karena suka menebarkan fitnah ( untuk mengadu domba)”.(HR. AL-bukhari).

Refrensi.

  1. musuah al-fiqh islamy.

Muhammad ibnu ibrohim bin Abdullah at-taujiry.

Cet. 1, daar al-afkkar ad-dauliyah.

1430 H/ 2009 M.

2. majaalis syahri ramadhan.

Muhammad bin sholih al-ustaimin.

Cet. Al-jaaimiah al-islamiyah al-madinah almunwaarah – KSA. 1408 H.

*✍Mustofa Ahmada, Lc. M.A.*
*? Yayasan Raajunnajaah, Klaten*

*NB:*
:satellite: Mohon dishare sebanyak-banyaknya. Semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah.
:no_entry: Dilarang mengubah teks tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari penulis.

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *