Keutamaan Puasa
╔═════ஜ۩۞۩ஜ═════╗
????????? ?????
╚═════ஜ۩۞۩ஜ═════╝
Ibadah puasa merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah :
- Ibadah puasa, ibadah yang disyariatkan kepada umat-umat yang terdahulu.
Ini menunjukkan bahwa ibadah puasa merupakan ibadah yang agung.
Allah berfirman :
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183) } [البقرة: 183، 184]
_Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, _
_puasa mampu mengantarkan menggapai derajat yang paling tinggi, yaitu ketaqwaan._
Sebagaimana Allah firmankan dalam ayat tersebut. Dan Allah juga berfirman :
{ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ} [الحجرات: 13]
_“sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisih Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kalian”._ (QS. Al-hujaraat 13).
2. Puasa menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa.
Rasulullah bersabda,”
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
_Dari abu hurairah berkata, Rasulullah bersabda,”barang siapa yang berpuasa dibulan ramadhan dengan keimanan dan dengan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”._ (HR. AL-bukhari muslim).
Syekh bin baz berkata
,”berdasarkan keimanan yaitu meyakini bahwa Allah telah mewajibkan ibadah puasa tersebut, dan berdasarkan keikhlasan hanya mengaharapkan pahalaNya semata.
Rasulullah bersabda,”
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفِ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يصخب وفإن سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِم
_Dari abu hurairah berkata,” Rasulullah bersabda,” setiap amal anak adam dilipatkan gandakan, satu kebaikan menjadi sepuluh (pahala) hingga menjadi 700 kali lipat. Allah berfirman,”kecuali puasa, sesungguhnya puasa untukKu, Aku akan membalasnya, ia meninggalkan syahwatnya dan makananya karena Aku, orang yang puasa mendapatkan dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya, dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih baik disisih Allah dari pada bau minyak miski, dan puasa itu sebagai perisai, dan jika hari dimana salah satu kalian berpuasa, maka hendaklah ia tidak berbuat/berkata jorok dan tidak teriak-teriak, jika ada seseorang yang mencelanya atau memeranginya, hendaklah ia berkata, sesungguhnya aku sedang berpuasa”._ (HR. Al-bukhari muslim).
Dari hadist tersebut terdapat beberapa keutamaan ibadah puasa :
a. Pahala puasa tidak ditentukan dengan jumlah tertentu, karena jumlahnya yang begitu banyak.
Dalam hadist tersebut Allah mengkhususkan puasa untuk diriNya, dan ini tidak sama dengan ibadah-ibadah yang lainya. Ini menunjukkan akan kemulyaan ibadah puasa. Dan Allah akan memberikan pahala tanpa dengan jumlah terntentu, berbeda dengan ibadah-ibadah yang lainya, yang Allah lipatkan menjadi 10 x lipat, 700 x lipat, ataupun lebih, sedangkan puasa, pahalanya lebih dari itu semua.
b. puasa mampu mejadi tameng dari perbuatan-perbuatan yang tidak ada manfaatnya, menjadi sarana terbentuknya akhlak dan pribadi yang mulia dan terpuji.
وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يصخب وفإن سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِم “
_“dan puasa itu sebagai perisai, dan jika hari dimana salah satu kalian berpuasa, maka hendaklah ia tidak berbuat/berkata jorok dan tidak teriak-teriak, jika ada seseorang yang mencelanya atau memeranginya, hendaklah ia berkata, sesungguhnya aku sedang berpuasa”._
c. Selain mampu mencegah dari perbuatan yang rendah, puasa juga mampu menjadi penghalang dari siksa api neraka kelak.
Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda,”
عَنْ جَابِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ، يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ،
_Dari jabir, dari Rasulullah bersabda,”sesungguhnya puasa itu menjadi perisai, yang akan menghalangi seorang hamba dari api neraka”_.(HR. Imam ahmad dengan sanad yang shohih).
d. Bau mulut orang yang berpuasa lebih baik disisih Allah dari pada minyak wangi misk.
Bau mulut seseorang tentu umumnya kurang sedab, berbeda dengan bau mulut seorang yang berpuasa, ia lebih baik disisih Allah dari pada minyak misk, jelas menunjukkan akan kemulyaan ibadah puasa, yang menunjukkan bahwa bau yang baik tersebut disebabkan karena suautu yang mulia, yaitu *puasa.*
e. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan.
Kebahagiaan ketikan berbuka puasa, karena ia telah diberikan kemampuan oleh Allah untuk melaksanakan ibadah puasa hingga selesai, dan juga berbagia ketika merasakan nikmat makanan dan minuman yang sebelumnya terlarang.
Dan kebahagiaan kelak ketika bertemu dengan Allah, karena Allah akan menyiapkan mereka pintu khsusus masuk surga, bernama Ar-royaan.
وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ
_“dan siapa yang termasuk ahli puasa, maka ia kelak akan dipanggil dari pintu Ar-royan”._
(HR. Al-bukhari muslim).
عَنْ سَهْلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” إِنَّ فِي الجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُونَ؟ فَيَقُومُونَ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ “
_Dari sahal, dari Rasulullah bersabda,”sesungguhnya disurga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-royyan, tempat masuk orang-orang yang berpuasa dihari qiyamah, tidak ada yang bisa masuk dari pintu tersebut seorangpun selain mereka, mereka dipanggil, dimanakah orang-orang yang berpuasa?..mereka berdiri, tidak ada yang boleh masuk dari pintu tersebut selain mereka, ketika mereka semua telah masuk, pintuk tersebut ditutup”_. (HR. Al-bukhari).
Refrensi.
Fatawa islamyah.
Syekh Abdul aziz bn baz.
Syekh muhammad bin sholih al-ustaimin.
Syekh abdullah bin abdurrahaman al-jibrin.
Dihimpun oleh Muhammad bin abul aziz bn abdullah.
Cet. 1. Daaru wathan linnasyr – Riyad – KSA.
1413 H/ 1994 M.
Majalis syahri ramadhan.
Muhammad sholih ibn muhammad Al-utsaimin.
Cet. Al-jaamiah al-islamyah – Madinah munwwarah. 1408 H.
Majmu’ fatwa Syekh Abdul aziz bin baz.
Dihimpun oleh muhammad bin sa’ad asy-syuwairy.
✍Mustofa Ahmada, Lc. M.A.*
*? Yayasan Raajunnajaah, Klaten*
*NB:*
Mohon dishare sebanyak-banyaknya. Semoga Allahﷻ catat sebagai amal jariyah.
Dilarang mengubah teks tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari penulis.